Yayasan Tabung Wakaf Umat

UAS TINJAU PEMBANGUNAN MASJID DAN PESANTREN UNTUK SUKU TALANG MAMAK RAKIT KULIM INDRAGIRI HULU

Konsen dengan dakwah dan pendidikan masyarakat pedalaman, UAS tinjau pembangunan masjid untuk masyarakat Suku Talang Mamak 4-5 Februari 2021 bersama Yayasan Tabung Wakaf Umat dan Dompet Dhuafa Riau. Masjid yang dibangun oleh Dompet Dhuafa Riau dan Yayasan Tabung Wakaf Umat sejak bulan September 2020 di Dusun Maya-Maya Desa Sungai Ekok yang sudah 70 % selesai. UAS bersama rombongan serta masyarakat setempat langsung melakukan Shalat berjamaah perdana di Masjid yang diberi nama oleh UAS dengan nama “Nurul Azhar Dompet Dhuafa-TWU”.

Konsen dengan dakwah dan pendidikan masyarakat pedalaman, UAS tinjau pembangunan masjid untuk masyarakat Suku Talang Mamak 4-5 Februari 2021 bersama Yayasan Tabung Wakaf Umat dan Dompet Dhuafa Riau. Masjid yang dibangun oleh Dompet Dhuafa Riau dan Yayasan Tabung Wakaf Umat sejak bulan September 2020 di Dusun Maya-Maya Desa Sungai Ekok yang sudah 70 % selesai. UAS bersama rombongan serta masyarakat setempat langsung melakukan Shalat berjamaah perdana di Masjid yang diberi nama oleh UAS dengan nama “Nurul Azhar Dompet Dhuafa-TWU”.

Dalam kunjungan ini UAS bersama Yayasan Tabung Wakaf Umat juga meninjau kelanjutan pembangunan Pesantren at-Tauhid di Dusun 8 Sungai Tunu Desa Talang Durian Cacar. Di lokasi Pesantren, UAS dan rombongan menyerahkan secara simbolis donasi masyarakat Indragiri Hulu untuk senilai Rp 192.264.600 yang dihimpun pada tiga titik Tabligh Akbar bekerjasama dengan Laznas Dewan Dakwah dan Indonesia Dai Network sebelum wabah pandemi. Dan donasi yang ditransfer oleh jama’ah UAS sejak 1-4 Februari 2021 senilai Rp 75.025.936.

Belajar dari pengalaman, UAS berkesimpulan, dakwah ke pedalaman tidak bisa dengan metode penyuluhan. Apalagi hanya datang sekali setahun. Harus ada seorang dai yang menetap dan sehari hari mendampingi masyarakat pedalaman. Dan jauh lebih baik lagi jika dainya adalah orang kampung mereka sendiri, yang mengerti adat dan budaya lokal. Agar mereka bisa mengajarkan agama dengan bahasa mereka dan adat tak terabaikan. Itulah sebabnya perlu kira bangun Pesantren di perkampungan masyarakat Suku Talang Mamak. Ujar UAS menjelaskan alasan pembangunan pesantren. UAS lalu mengajak para donatur berwakaf.

Dakwah di pedalaman unik, para dai tidak bisa hanya sekedar berceramah, mesti ada logistik yang dibawa, sebagai daya tarik menemui masyarakat. Dalam giat Tolong Talang 2021 UAS dan Yayasan Tabung Wakaf Umat membawa 1.100 kg beras, 40 kardus ukuran sedang pakaian layak pakai, 100 paket alat tulis, 14 eksemplar Mushaf Al-Qur’an, 30 liter sabun cuci piring, 20 sabun mandi, dan satu kardus makanan ringan untuk anak-anak yang dibagikan kepada masyarakat Dusun Maya-Maya Desa Sungai Ekok, masyarakat Dusun 7 Sungai Mahang, dan masyarakat Dusun 8 Sungai Tunu Desa Talang Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu.

Di sela-sela waktu istirahat, UAS dan rombongan menyempatkan diri berdialog dengan tokoh adat, Bapak Patin Mudel dan datuk Patih. UAS berdialog terkait ritual adat mereka yang kental dengan agama dan sangat banyak yang terpengaruh dengan budaya Minangkabau. Dari dialog itu UAS tahu bahwa masyarakat Talang Mamak mengakui mereka berasal dari Pagaruyung. Selain berdialog, UAS juga mandi di Sungai Ekok untuk menyegarkan badan dan menikmati suasana khas hidup di desa.

Karena kepedulian UAS kepada masyarakat Suku Talang Mamak, Pak Batin Mudel memasangkan tanjak ke kepala UAS, sebagai simbolis UAS diakui sebagai warga kehormatan Suku Talang Mamak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *